Mau Tau Cara Over Kredit Rumah yang Paling Aman? Ini Rahasianya

 

Rumah memang menjadi elemen penting bagi masyarakat sebagai bagian penting dalam kehidupan. Tak jarang, banyak masyarakat yang merencanakan untuk membeli rumah, dengan caranya masing-masing. Salah satu cara tersebut adalah dengan melakukan over kredit rumah.

Nah, bagi Anda yang berencana melakukan over kredit rumah, berikut cara over kredit rumah yang paling aman bagi calon pemilik baru.

foto:rumah123.com
  1. Melalui Bank

Secara kekuatan hukum, cara over kredit rumah yang paling aman adalah melalui Bank. Dalam proses ini, sebaiknya Anda mengajak pemilik lama untuk bersama-sama menghadap Bank yang bersangkutan untuk melakukan proses pemindahan nama, dari pemilik lama ke pemilik baru.

Hal ini bertujuan agar pihak bank mengetahui bahwa telah terjadi over kredit sehingga pemilik baru akan mendapatkan jaminan keamanan. Jika Anda melakukan over kredit rumah melalui bank, maka sertifikat rumah sudah bisa balik nama, dengan syarat Anda sudah melunasi kredit tersebut.

  1. Notaris

Cara over kredit rumah yang paling aman selanjutnya yaitu melalui akta notaris. Cara ini dianggap lebih sederhana, Anda sebagai pihak pembeli (calon pemilik baru) bisa mengajak pihak penjual (pemilik lama) untuk bersama-sama mendatangi pihak notaris untuk dibuatkan akta pengikat jual beli pengalihan hak atas tanah dan bangunan.

Setelah itu, pihak notaris akan memberikan Surat Kuasa untuk melunasi angsuran, dan mengambil sertifikat resmi atas tanah dan bangunan pada bank setelah pelunasan proses kredit.

Dua cara inilah yang dianggap paling aman jika Anda melakukan over kredit rumah. Ada satu cara lagi yang mungkin bisa Anda pertimbangkan, namun sangat tidak disanjurkan karena memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi, yaitu melakukan over kredit rumah melalui sistem bawah tangan.

Apa itu sistem bawah tangan? Sederhananya, cara ini hanya berlandaskan rasa percaya antara pembeli dan penjual. Anda sebagai pembeli akan dirugikan jika nantinya terjadi sengketa atas hak tanah dan bangunan. Karena pihak penjual memiliki hak kuat atas kepemilikan kredit rumah dalam sistem Bank.

Selain itu, Anda tidak bisa melakukan pengambilan sertifikat atas tanah dan bangunan secara sendirian. Pihak penjual harus mengambilnya terlebih dahulu dari Bank. Bagaimana jika pihak penjual sudah pindah ke tempat yang jauh? Urusannya akan lebih rumit, dan lama.

Inilah informasi mengenai cara over kredit rumah yang paling aman. Semoga informasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *